Pulau Pari, 10 Juli 2026 – Sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kelestarian ekosistem maritim, Waruna Group, perusahaan pelayaran dan galangan terkemuka di Indonesia, memulai program konservasi lamun (seagrass) melalui penanaman 8.000 bibit lamun di Pantai Kresek, Pulau Pari. Inisiatif ini menjadi langkah awal perusahaan dalam mendukung ketahanan ekosistem pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan laut.
Kegiatan ini melibatkan partisipasi karyawan Waruna Group, Seagrass Indonesia, serta Komunitas Perempuan Pulau Pari yang bersama-sama melakukan penanaman bibit lamun sebagai upaya kolaboratif untuk memulihkan habitat pesisir.

Lamun merupakan tumbuhan berbunga yang hidup sepenuhnya di bawah permukaan laut. Berbeda dengan rumput laut yang termasuk kelompok alga, lamun merupakan tumbuhan sejati yang memiliki akar, batang, dan daun, serta mampu berbunga, berbuah, dan menghasilkan biji. Keberadaan padang lamun memiliki peran penting sebagai habitat berbagai biota laut, penyerap karbon alami (blue carbon), pelindung garis pantai dari abrasi, serta penunjang kualitas ekosistem pesisir.
Melalui program ini, Waruna Group berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pelestarian lingkungan laut sekaligus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat setempat.
Ke depan, Waruna Group berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai inisiatif keberlanjutan bersama para pemangku kepentingan, termasuk masyarakat Pulau Pari. Perusahaan percaya bahwa upaya menjaga ekosistem maritim membutuhkan kolaborasi jangka panjang, pembelajaran bersama, dan keterlibatan aktif seluruh pihak agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan baik oleh lingkungan maupun masyarakat.