Pengangkutan muatan melalui jalur air membutuhkan armada yang mampu bernavigasi dan bermanuver sesuai kondisi perairan. Pasalnya, jalur perairan memiliki tantangan tersendiri, mulai dari arus yang kuat, kedalaman terbatas, hingga ruang gerak yang sempit di area tertentu. Dalam kondisi inilah tugboat berperan penting sebagai kapal tunda yang membantu menarik, mendorong, dan memandu kapal lain agar dapat bergerak dengan aman.
Setiap jenis tugboat memiliki karakteristik dan cara kerja yang berbeda mulai dari tenaga mesin hingga sistem penggerak. Karena itu, pemilihan tugboat perlu disesuaikan dengan kondisi perairan dan kebutuhan operasional agar pengangkutan berjalan aman dan efisien.
Untuk memahami fungsi tugboat lebih lanjut, termasuk juga jenis, cara kerja, hingga keuntungan penggunaannya, simak penjelasan berikut ini!
Apa Fungsi Tugboat?
Tugboat adalah kapal pendukung berukuran kecil yang digunakan untuk mendorong, menarik, atau membantu pergerakan kapal lain yang lebih besar seperti tongkang. Kapal ini juga biasa disebut kapal tunda. Dalam praktiknya, tugboat dimanfaatkan untuk beberapa kebutuhan berikut:
-
Menarik atau mendorong kapal berukuran besar dan tongkang saat mendekati dan meninggalkan dermaga.
-
Membantu proses penambatan (mooring) dan pelepasan tambatan (unmooring) kapal tanker.
-
Menunjang keselamatan navigasi kapal di sekitar pelabuhan.
-
Menarik kapal yang tidak bisa berlayar sendiri, misalnya karena rusak.
-
Mendukung penanganan situasi darurat, seperti kebakaran, penanggulangan tumpahan minyak, dan operasi penyelamatan kapal yang terbawa arus..
Karakter utama tugboat dilihat dari bollard pull, yaitu kemampuannya menghasilkan gaya tarik besar untuk mengendalikan kapal lain. Kemampuan ini didukung oleh badan kapal yang kokoh, dek lapang, mesin yang bertenaga, serta sistem kontrol canggih.
Jenis-Jenis Tugboat
Berdasarkan daerah operasi dan posisinya saat menunda, tugboat terbagi menjadi beberapa jenis. Adapun jenis-jenis kapal tugboat adalah sebagai berikut:
Harbour Tug
Jenis pertama adalah harbour tug yang secara khusus beroperasi di pelabuhan dan menjalankan beberapa fungsi berikut ini:
-
Ship escort: Mengawal kapal tanker saat melintasi jalur menuju pelabuhan.
-
Push operation: Mendorong tongkang atau vessel tertentu.
-
Berthing assistance: Mendorong atau menarik kapal saat merapat ke dermaga.
-
Unberthing assistance: Membantu mengendalikan pergerakan kapal saat meninggalkan dermaga.
-
Emergency handling: Membantu menahan atau mengendalikan kapal yang kehilangan kendali untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Sea-Going Tug
Sea-going tug adalah tugboat yang dirancang untuk operasi penarikan jarak jauh di laut lepas atau perairan terbuka.
Karakteristik utamanya antara lain konstruksi yang kokoh, daya tahan tinggi, stabilitas yang baik, dan ketahanan terhadap gelombang. Maka, tak heran jika tugboat ini mampu menarik kapal kargo berukuran besar maupun anjungan minyak melintasi wilayah laut yang luas.
River Tug
Area kerja river tug adalah di sungai yang memiliki aliran tenang, permukaan dangkal, dan jalur berkelok-kelok. Oleh karena itu, draft-nya dibuat rendah agar tidak mudah menyentuh dasar perairan dan mampu menjangkau jalur perairan pedalaman yang tidak dapat dilalui oleh kapal berukuran besar.
Lambungnya juga berbentuk kotak untuk mendukung kebutuhan manuver saat menarik atau mendorong tongkang.
Pushing Unit
Pushing unit merupakan jenis tugboat yang dirancang untuk mendorong kapal lain, terutama tongkang pengangkut barang.
Kapal ini dapat dilengkapi fender atau bantalan pelindung berbahan karet pada bagian yang bersentuhan dengan kapal lain. Fender berfungsi meredam benturan dan mengurangi risiko kerusakan pada lambung, seperti tergores atau penyok.
Towing Unit
Berkebalikan dengan pushing unit, towing unit bertugas menarik kapal lain menggunakan tali penarik (towline) yang dapat terbuat dari serat sintetis atau baja. Tugboat jenis ini dilengkapi winch, yaitu mesin penarik untuk mengulur, menarik, serta mengatur tegangan tali selama operasi.
Side Assist
Side assist adalah tugboat yang membantu menggerakkan atau mengendalikan kapal lain dengan cara menempel di sisi lambungnya. Setelah menempel, bantalan pelindung (fender) dapat digunakan untuk mengurangi benturan antara kedua lambung kapal selama operasi berlangsung.
Cara Kerja Tugboat
Secara garis besar, cara kerja tugboat melibatkan tiga metode utama berikut ini:
Direct Towing
Direct towing adalah metode penarikan kapal secara langsung menggunakan towline yang terhubung melalui sistem penarik, seperti winch yang sudah ada di atas kapal. Tugboat menarik kapal untuk membantu perpindahan atau mengarahkannya menuju lokasi tertentu.
Metode ini dapat digunakan untuk membantu kapal besar yang membutuhkan bantuan saat bergerak atau berpindah posisi.
Indirect Towing
Indirect towing merupakan metode penarikan kapal secara tidak langsung, dengan memanfaatkan gaya hidrodinamis pada lambung tugboat saat bergerak dengan sudut tertentu terhadap aliran air.
Gaya tersebut disalurkan melalui tali penarik untuk membantu mengendalikan arah atau mengurangi kecepatan kapal. Metode ini umumnya digunakan oleh tug saat mendampingi kapal besar (escort) yang membutuhkan bantuan pengendalian navigasi.
Pushing
Pushing adalah metode ketika tugboat memberikan gaya dorong secara langsung dengan menempelkan haluannya pada lambung kapal. Gaya dorong ini tidak akan merusak kapal karena fender dipasang di sekeliling lambung tugboat.
Metode ini bisa digunakan untuk membantu kapal bermanuver, misalnya saat mendekati atau meninggalkan dermaga.
Keuntungan Menggunakan Tugboat
Dengan menggunakan kapal tugboat, perusahaan berpotensi mendapatkan sejumlah keuntungan di bawah ini:
-
Meningkatkan efisiensi operasional: Tugboat dapat meningkatkan efisiensi operasional dengan membantu kapal besar bermanuver, berpindah posisi, serta keluar-masuk pelabuhan secara lebih terkendali.
-
Meminimalkan risiko kerusakan: Dengan dorongan atau tarikan yang terkontrol, tugboat membantu mengarahkan pergerakan kapal dan menjaga jarak aman dari kapal lain. Hal ini kemudian mengurangi risiko tabrakan saat kapal mendekati atau meninggalkan dermaga serta membantu proses sandar dan lepas sandar menjadi lebih aman.
-
Mendukung operasi di berbagai kondisi perairan: Tugboat dirancang dengan berbagai desain dan spesifikasi sehingga dapat digunakan untuk lingkungan operasional yang berbeda, mulai dari sungai dangkal hingga laut lepas.
Solusi Tugboat Efisien dari Waruna Group
Peran tugboat dalam pengangkutan muatan tidak terbatas pada kemampuan menarik dan mendorong kapal. Keduanya saling melengkapi untuk mendukung distribusi berbagai jenis komoditas melalui jalur perairan. Sama halnya dengan Waruna Group yang sudah lebih dari 35 tahun mendukung perjalanan komoditas berbagai bisnis melalui layanan pelayaran terpadu.
Waruna Group menghadirkan Layanan Pelayaran dengan ratusan armada, termasuk kapal tugboat yang siap membantu kapal-kapal besar dalam berlabuh, berputar, atau bernavigasi di perairan sempit. Kapal tugboat di Waruna Shipping dilengkapi dengan mesin 2.000-4.400 HP.
Adapun beberapa pilihan armada yang tersedia antara lain TB MARTHA GREEN (3.200 HP)dan TB MEDELIN CITRA (4.000 HP).
Dengan pilihan armada yang beragam dan sistem yang fleksibel, Waruna Group layak dipilih sebagai mitra pertumbuhan bisnis Anda. Hubungi tim Waruna Group sekarang dan konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim ahli kami!