Minyak, gas, dan bahan kimia cair menempuh proses pengangkutan yang kompleks sebelum tiba di fasilitas pengolahan atau lokasi penggunaannya. Kompleksitas proses ini di antaranya dipengaruhi oleh karakteristik dan risiko dari masing-masing muatan. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan yang tepat selama perjalanan, termasuk dalam hal pemilihan kapal tanker.
Jenis-jenis kapal tanker dirancang dengan fungsi, spesifikasi tangki, sistem penyimpanan, dan perlengkapan keselamatan yang bervariasi sesuai dengan jenis muatannya. Simak daftar lengkap beserta fungsi masing-masing kapal dalam penjelasan berikut!
Jenis-Jenis Kapal Tanker
Berikut jenis-jenis kapal tanker yang biasa digunakan dalam logistik maritim:
Tanker Gas

Sesuai namanya, kapal tanker ini digunakan untuk mengangkut gas. Dengan tangki khusus yang didinginkan atau diisolasi, gas dapat disimpan dan diangkut dalam bentuk cair. Berdasarkan karakteristik muatan dan kondisi pengangkutannya, tanker gas dapat dibedakan menjadi:
- Fully pressurized ship: Umumnya mengangkut LPG dan amonia dalam tangki bertekanan pada suhu lingkungan.
- Semi-pressurized ship: Mengangkut LPG dan gas kimia, seperti etilena dan propilena, menggunakan tangki bertekanan, insulasi, dan sistem pendingin.
- Ethylene carrier: Mengangkut etilena, LPG, atau gas kimia tertentu pada suhu rendah.
- Fully refrigerated ship: Mengangkut LPG dan amonia dalam jumlah besar, yang didinginkan dan disimpan pada tekanan mendekati atmosfer.
- LNG carrier: Mengangkut gas alam cair (LNG) pada suhu sekitar -162 ℃.
Tanker Kimia
Fungsi kapal tanker kimia adalah membawa beragam produk kimia curah, baik bahan kimia berbahaya seperti vinil klorida dan asam sulfat maupun nonberbahaya seperti metanol dan soda kaustik.
Tanker kimia dapat mengangkut lebih dari satu jenis produk kimia tanpa kontaminasi silang karena memiliki beberapa tangki terpisah, sering kali berjumlah 20–40 tangki. Agar tidak mudah terkena reaksi kimia, kapal juga dilengkapi pelapis khusus berbahan stainless steel. Berdasarkan tingkat bahaya muatannya, tanker kimia dibagi menjadi:
- Kapal IMO tipe 1: Mengangkut bahan kimia paling berbahaya dan menimbulkan risiko sangat tinggi terhadap lingkungan maupun keselamatan, seperti campuran alkil aril fosfat tertentu.
- Kapal IMO tipe 2: Mengangkut bahan kimia dengan tingkat bahaya cukup tinggi sehingga membutuhkan langkah-langkah penahanan muatan yang ketat. Contoh muatannya adalah asetonitril.
- Kapal IMO tipe 3: Mengangkut bahan kimia dengan tingkat bahaya yang cukup signifikan, tetapi tergolong sedang, seperti metanol, minyak sawit, dan n-alkana.
Tanker Minyak

Jenis kapal tanker ketiga ini dirancang untuk mengangkut minyak bumi dan produk hasil olahannya, seperti bensin, solar, dan avtur, dalam jumlah besar. Tanker minyak memiliki tangki-tangki kedap udara dan perlengkapan keamanan tinggi untuk mencegah kebakaran dan tumpahan.
Berdasarkan ukuran, kapasitas angkut, dan wilayah operasionalnya, tanker minyak terbagi menjadi tujuh jenis berikut:
- Ultra Large Crude Carriers (ULCC): Memiliki kapasitas terbesar, yaitu lebih dari 320.000 DWT (Deadweight Tonnage). Biasa mengangkut minyak ke wilayah dengan permintaan tinggi, seperti Timur Tengah dan Amerika Utara. Ukurannya yang super besar membutuhkan kekuatan dermaga dan ruang manuver yang memadai.
- Very Large Crude Carriers (VLCC): Memiliki kapasitas hingga 320.000 DWT. Rute pelayaran kapal ini umumnya menghubungkan pusat ekspor minyak utama dengan pasar pengolahan berskala besar di Eropa, Asia, dan berbagai kawasan lainnya.
- Suezmax: Tanker minyak berkapasitas sedang, yaitu 120.000–150.000 DWT. Dinamakan Suezmax karena mengacu pada kapasitas maksimum kapal untuk melintasi Terusan Suez yang menjadi jalur pelayaran strategis antara Asia dan Eropa.
- Aframax: Kapal tanker minyak berkapasitas sekitar 80.000–120.000 DWT. Aframax biasa digunakan untuk menjangkau pelabuhan yang tidak dapat dijangkau oleh kapal besar. Kapal ini sering berlayar di Laut Karibia, Laut Mediterania, dan Laut Utara.
- Medium Range (MR): Kapal tanker berkapasitas sekitar 25.000–45.000 DWT untuk mengangkut produk minyak olahan, seperti bensin, solar, dan avtur. Kapal ini banyak digunakan untuk distribusi produk minyak pada rute jarak menengah hingga jauh.
- General Purpose: Kapal tanker berkapasitas 10.000–25.000 DWT, umumnya digunakan untuk mengangkut produk minyak olahan, bahan kimia cair, dan minyak nabati dalam rute distribusi regional, seperti antarpulau atau antarnegara dalam satu kawasan.
- Small Tanker: Kapal tanker berkapasitas di bawah 10.000 DWT untuk pengangkutan logistik cair dalam jumlah kecil dan menjangkau pelabuhan dengan akses terbatas. Biasanya melayani distribusi bahan bakar lokal dan kegiatan bunkering (pengisian bahan bakar kapal).
Tanker Food Grade
Jika Anda mencari armada kapal untuk mengangkut minyak sayur, jus, atau cairan food grade lainnya, tanker food grade solusinya. Kapal harus memenuhi standar kebersihan dan keselamatan untuk mencegah kontaminasi selama pengangkutan.
Guna memastikan kualitas dan kesegaran pangan cair tetap terjaga, kapal dilengkapi dengan metode penanganan dan pengangkutan khusus serta pengaturan suhu yang ketat.
Tak kalah penting, kapal tanker food grade biasanya juga menjalani inspeksi dan sertifikasi berkala untuk memastikan kelayakannya dalam mengangkut muatan pangan.
Waruna Group, Mitra Pengangkutan Logistik Energi untuk Bisnis
Perbedaan desain dan sistem penanganan muatan pada setiap jenis kapal tanker mencerminkan pentingnya aspek keselamatan dalam transportasi laut. Oleh karena itu, pemilihan kapal perlu mempertimbangkan bukan hanya kapasitas angkut, tetapi juga karakteristik muatan dan persyaratan penanganannya.
Selain pertimbangan terkait armada, penting juga untuk memilih mitra yang tepercaya dan berpengalaman, seperti Waruna Group.
Dengan rekam jejak kuat selama lebih dari 35 tahun dalam mendukung distribusi energi hingga ke pelosok negeri, Waruna Group menghadirkan Layanan Pelayaran terpadu dengan dua jenis armada tanker, yaitu:
- Crude Oil & Product tanker: Ada lebih dari 50 kapal tanker minyak hingga kelas Suezmax yang cocok untuk muatan kecil maupun besar. Di antara armada tanker yang tersedia adalah MT HIPPO 46.092 DWT, MT BRO COMBO 16.957 DWT, MT STAR VALIANT 107.200 DWT, dan MT PHOENIX CROWN 38.511 DWT.
- LPG tanker: Armada tanker LPG Waruna memiliki kapasitas hingga 20.000 CBM per kapal. Beberapa pilihan armada yang tersedia adalah GAS PATRICIA 3.513 m3, GAS PETROL 3.514 m3, GAS TULIP 3.5.33 m3, dan GAS OLYMPIC 3.589 m3.
- Chemical tanker: Kapal tanker yang dirancang khusus untuk mengangkut bahan kimia cair curah. Salah satu contoh armada yang tersedia adalah MT PEARL ORCHID 19.980 DWT.
Masih ada banyak pilihan armada yang dapat Anda pilih dan berbagai layanan perkapalan yang siap mendukung kelancaran logistik bisnis Anda. Untuk mendapatkan informasi lengkapnya, hubungi tim Waruna Group sekarang juga!