Dalam distribusi gas melalui jalur laut, keberhasilan pengiriman tidak hanya ditentukan oleh ketepatan waktu, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kondisi muatan selama pengangkutan. Pasalnya, gas yang diangkut dalam bentuk cair harus disimpan pada tekanan dan suhu tertentu agar tetap dalam bentuk cair.
Oleh karena itu, pemilihan kapal tanker gas, termasuk kapal LPG untuk mengangkut Liquefied Petroleum Gas, menjadi bagian penting dalam perencanaan logistik. Pemilihan armada perlu mempertimbangkan karakteristik kargo gas yang diangkut hingga menentukan kapasitas armada dan sistem pengendalian muatan yang sesuai.
Sebelum membahas jenis kapal, kapasitas armada, dan sistem pengangkutannya lebih lanjut, ketahui dulu jenis-jenis muatan kapal gas berikut ini!
Apa Saja Muatan Kapal Gas?
Berikut beberapa jenis muatan yang biasa diangkut menggunakan kapal gas atau kapal tanker LPG:
- Amonia (NH3): Digunakan sebagai bahan baku pupuk, zat pendingin, dan pembawa energi hijau yang mulai dikembangkan.
- Propana (C3H8): Digunakan sebagai bahan bakar pemanas dan memasak di Eropa dan Asia, bahan bakar kendaraan berbasis LPG, serta bahan baku petrokimia untuk produksi propilena.
- Propilena (C3H6): Digunakan sebagai bahan baku petrokimia untuk produksi polipropilena.
- Butana (C4H10): Digunakan sebagai campuran bensin untuk menyesuaikan volatilitas bahan bakar sesuai musim, sebagai bahan bakar yang lebih ringan, serta sebagai bahan baku industri kimia.
- Vinil Klorida Monomer (VCM): Digunakan sebagai bahan baku produksi PVC (polyvinyl chloride).
- Etilena (C2H4): Digunakan sebagai bahan baku petrokimia untuk produksi polietilena dan poliester.
Jenis-Jenis Kapal Gas
Berdasarkan sistem tekanan dan suhu tangki, gas carrier dibagi menjadi tiga jenis utama, yaitu:
Kapal Bertekanan Penuh (Fully Pressurized)
Kapal fully pressurized mengangkut LPG pada suhu sekitar lingkungan dengan tekanan tinggi agar muatan tetap berada dalam kondisi cair atau tidak menguap. Untuk menahan tekanan tersebut, kapal ini menggunakan tangki berbentuk silinder atau bola yang dirancang sebagai bejana tekan.
Sistem penyimpanannya relatif sederhana karena tidak membutuhkan insulasi termal maupun sistem reliquefaksi. Kapasitas kapal jenis ini berkisar antara 1.000–6.000 m³, namun beberapa desain modern memiliki ukuran yang lebih besar, yakni hingga 10.000 m³.
Kapal Semi-Bertekanan (Semi-Pressurized/Semi-Refrigerated)
Kapal semi-pressurized dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan kapal fully-pressurized dan tingginya biaya teknologi pendingin. Dengan mengombinasikan pengendalian tekanan dan suhu, kapal ini dapat menjaga muatan tetap cair tanpa hanya mengandalkan tekanan tinggi atau pendinginan ekstrem.
Kapal semi-pressurized dilengkapi tiga sistem utama, yaitu pengendalian tekanan, sistem insulasi untuk mengurangi perpindahan panas dari lingkungan ke tangki, serta sistem reliquefaksi untuk mendinginkan uap gas yang terbentuk agar kembali menjadi cairan.
Kombinasi sistem tersebut membuat kapal semi-pressurized lebih fleksibel dalam menangani muatan gas cair. Kapasitasnya berkisar antara 5.000–20.000 m³, dengan penggunaan untuk mengangkut LPG dan sejumlah gas petrokimia pada rute jarak pendek hingga menengah.
Kapal Berpendingin Penuh (Fully-Refrigerated)
Jika kapal fully pressurized mengandalkan tekanan tinggi dan kapal semi-pressurized mengombinasikan tekanan dengan pengendalian suhu, kapal fully refrigerated mengandalkan pendinginan untuk menjaga LPG tetap cair pada tekanan relatif rendah.
Kapal ini dilengkapi tangki berinsulasi dan sistem pendinginan yang dirancang untuk mempertahankan suhu muatan sesuai karakteristik gas yang diangkut. Desain tangkinya memungkinkan pengangkutan LPG dalam volume besar, dengan kapasitas kapal modern yang dapat mencapai 100.000–150.000 m³.
Pada umumnya, desain dasar tangki gas cair terdiri atas ruang internal untuk menampung muatan, lapisan insulasi dan dinding membran, ruang kosong di luar batas tangki, serta struktur penyangga terkait yang terhubung dengan struktur lambung utama kapal.
Ukuran dan Kapasitas Kapal LPG
Ukuran dan kapasitas kapal LPG bervariasi, mulai dari kapal berukuran kecil hingga kapal berkapasitas sangat besar. Berdasarkan kapasitas angkutnya, kapal tanker LPG dibagi menjadi:
- Small/Handy Gas Carriers: Memiliki kapasitas <10.000 m³ dan melayani rute jarak pendek hingga menengah.
- Mid-size Gas Carriers: Berkapasitas antara 10.0000–40.000 m³ dan pengoperasiannya mencakup perdagangan antarkawasan, misalnya di Asia atau Amerika, serta rute jarak menengah di Eropa dan Laut Utara.
- Large Gas Carriers (LGC): Kapal gas berkapasitas 40.000–70.000 m³ yang biasanya mengangkut muatan antarpelabuhan untuk memenuhi kebutuhan distribusi dan perdagangan gas.
- Very Large Gas Carriers (VLGC): Memiliki kapasitas 70.000 m³ atau lebih dan melayani rute jarak jauh, terutama dari Amerika Serikat dan kawasan Teluk Timur Tengah menuju Asia.
Bagaimana Kapal LPG Mengangkut Gas Cair?
Setiap jenis kapal LPG/gas carrier memiliki cara kerja yang disesuaikan dengan sistem penampungan muatannya.
Sebelum pemuatan, tangki dan pipa muatan perlu dipersiapkan agar sesuai dengan kondisi kargo yang akan diangkut. Pada kapal berpendingin, tangki didinginkan secara bertahap untuk mencegah kerusakan akibat perubahan suhu yang terlalu cepat. Setelah kondisinya sesuai, kargo gas cair dialirkan dari terminal ke tangki kapal melalui sistem perpipaan.
Selama pelayaran, tekanan dan suhu muatan dipantau untuk menjaga kestabilannya. Sebagian kargo gas dapat menguap akibat panas yang masuk ke dalam tangki. Pada kapal yang dilengkapi sistem reliquefaksi, uap tersebut didinginkan kembali hingga menjadi cairan, kemudian dikembalikan ke tangki.
Setibanya di pelabuhan tujuan, kargo dipindahkan dari tangki kapal ke fasilitas penyimpanan di terminal melalui sistem perpipaan dan peralatan bongkar muat khusus.
Seluruh tahapan pengangkutan harus mengikuti prosedur keselamatan untuk meminimalkan risiko kebocoran, tekanan berlebih, dan kerusakan peralatan. Salah satu acuan keselamatannya adalah International Code for the Construction and Equipment of Ships Carrying Liquefied Gases in Bulk (IGC Code) yang ditetapkan oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO).
Kode ini mengatur standar desain, konstruksi, dan peralatan kapal pengangkut gas cair untuk mengurangi risiko terhadap kapal, awak, dan lingkungan selama pengangkutan.
Waruna Group, Solusi Pengangkutan Kargo Gas yang Aman
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pengangkutan kargo gas dan LPG salah satunya bergantung pada kesesuaian antara karakteristik muatan dan kemampuan armada. Pemilihan kapal gas dengan sistem penampungan yang tepat membantu perusahaan mengelola pengangkutan sekaligus mendukung kelancaran rantai pasok energi.
Selain memilih armada yang sesuai, perusahaan juga perlu bekerja sama dengan penyedia layanan pelayaran yang tepercaya dan berpengalaman. Untuk kebutuhan tersebut, Waruna Group menjadi mitra yang layak dipertimbangkan.
Sejak 2019, Waruna telah mengoperasikan armada khusus untuk mendukung distribusi kargo gas bertekanan secara aman dan efisien. Armada yang tersedia memiliki kapasitas beragam, mulai dari ribuan hingga lebih dari 20.000 m³ per kapal.
Melalui Layanan Pelayaran, Waruna Group menyediakan berbagai armada yang siap mendukung kebutuhan pengangkutan LPG/gas, di antaranya GAS OMEGA 2.998 m³, GAS DAHLIA 4.390 m³, GAS NUSA 20.902 m³, GAS LAURA 4.127 m³, dan masih banyak lagi.
Untuk mendukung kelancaran distribusi gas bagi bisnis, hubungi tim Waruna Group dan konsultasikan kebutuhan pengangkutan perusahaan Anda!