Bagi bisnis yang menangani komoditas dalam jumlah besar, seperti batu bara, mineral, atau minyak, efisiensi menjadi bagian penting dari strategi operasional. Nah, kapal tongkang adalah salah satu moda transportasi yang banyak dipilih untuk mengangkut muatan tersebut.
Jika Anda memperhatikan gambar kapal tongkang, bentuknya cukup berbeda dari kapal laut konvensional yang memiliki haluan runcing. Sebagian besar kapal tongkang juga membutuhkan kapal lain untuk mendukung operasionalnya.
Ingin mengetahui lebih lanjut tentang fungsi, jenis, aturan penggunaan, hingga rute kapal tongkang di Indonesia? Simak penjelasan berikut!
Apa Itu Kapal Tongkang?
Kapal tongkang adalah jenis kapal yang dirancang untuk mengangkut muatan curah dan berat. Dalam industri pelayaran, kapal ini juga biasa disebut barge atau cargo barge. Fokus utamanya adalah mendukung efisiensi pengangkutan dalam volume besar.
Kapal tongkang termasuk vessel non-self-propelled, artinya tidak mempunyai sistem penggerak utama sendiri. Jadi, kapal ini dilengkapi dengan tali khusus untuk disambungkan ke kapal tunda (tugboat) yang menariknya dari depan atau mendorongnya dari belakang.
Berikut beberapa karakteristik kapal tongkang yang perlu Anda ketahui:
-
Biasanya memiliki panjang 55–100 meter dan lebar 16–24 meter.
-
Bentuknya datar dan lebar, dengan geladak terbuka.
-
Terbuat dari material baja atau aluminium.
-
Kapasitas muatan kapal tongkang bergantung pada ukuran dan spesifikasi kapal. Sebagai gambaran, tongkang berukuran 230 feet dapat mengangkut sekitar 3.000 MT, ukuran 270 feet sekitar 5.000 MT, dan ukuran 300 feet sekitar 7.500–8.000 MT.
-
Tidak memiliki awak kapal karena semua berada di kapal tunda yang menariknya.
-
Relatif lebih mudah bermanuver di alur sungai karena ukurannya lebih kecil daripada kapal laut.
Fungsi Kapal Tongkang
Kapal tongkang menjadi roda penggerak distribusi laut berkat kemampuannya mengangkut muatan besar secara efisien. Berikut ini beberapa muatan yang biasa diangkut menggunakan kapal tongkang dan aktivitas yang melibatkannya:
-
Material konstruksi, seperti batu, pasir, dan semen.
-
Bahan bakar dan kargo cair, seperti solar, minyak mentah, dan CPO (crude palm oil).
-
Batu bara dan mineral, seperti nikel dan bijih besi.
-
Alat berat, seperti excavator, bulldozer, dan dump truck.
-
Offshore (kegiatan logistik yang mendukung operasional di wilayah lepas pantai) dan transshipment (pemindahan muatan antarkapal).
Jenis-Jenis Kapal Tongkang
Berdasarkan fungsi dan barang yang diangkut, kapal tongkang dibagi menjadi beberapa jenis berikut ini:
1. Kapal Tongkang Batu Bara
Seperti namanya, kapal tongkang batu bara digunakan untuk mengangkut batu bara dalam jumlah besar dari area produksi ke pelabuhan utama atau fasilitas pengolahan. Di sepanjang tepian deknya, terdapat dinding penyekat besi untuk menahan gundukan batu bara agar tidak bergeser saat kapal terguncang ombak.
Kapal ini umumnya ditarik oleh kapal tunda atau dikaitkan pada kapal pengangkut batu bara lainnya sehingga membentuk satu rangkaian pengangkutan atau konvoi.
2. Kapal Tongkang Cair
Jenis kapal yang dirancang untuk mengangkut muatan cair disebut kapal tongkang cair (liquid cargo barge). Muatan cair yang dimaksud meliputi minyak mentah, petrokimia, pupuk cair, atau bahan kimia cair industri lainnya.
Untuk mencegah kebocoran, kapal ini dilengkapi dengan tangki-tangki khusus dengan keamanan ketat, misalnya berupa sistem kontrol pemompaan dan suhu canggih.
3. Kapal Tongkang Kayu
Karena memuat kayu yang notabene berat dan banyak, kapal tongkang ini memiliki geladak terbuka yang panjang dan lapang, dasar yang rata, serta sistem pengapungan yang kuat. Alhasil, tumpukan kayu gelondongan tetap aman dan tidak tenggelam saat dibawa mengarungi perairan.
Kapal tongkang kayu (wooden barge) umumnya dapat ditemukan di perairan dangkal, seperti muara atau sungai.
4. Kapal Tongkang Lumpur
Jika pebisnis di industri maritim ingin memindahkan lumpur dari proses pengeboran minyak lepas pantai, kapal tongkang lumpur biasanya menjadi armada yang dipilih.
Kapal satu ini memiliki sistem pompa dan pipa untuk menyalurkan lumpur sekaligus beberapa kompartemen untuk menyimpannya secara aman.
5. Kapal Tongkang Mobil
Anda perlu mengirimkan mobil, truk, atau kendaraan berat dalam jumlah besar melalui perairan? Kapal tongkang mobil solusinya.
Bagian dek kapal ini dibuat luas dan rata sehingga kendaraan lebih mudah keluar-masuk melalui ramp atau akses khusus. Namun, perlu diketahui bahwa kapal tongkang mobil hanya beroperasi di perairan dalam negeri.
6. Kapal Tongkang Laut
Kapal tongkang laut (ocean-going barge) dirancang untuk melintasi perjalanan laut dengan jarak yang lebih jauh dan kondisi perairan yang lebih menantang.
Struktur dan konstruksinya dibuat lebih kuat agar dapat menghadapi gelombang laut lepas. Kapal ini juga harus menjalani pemeriksaan korosi dan penyetelan sistem pengikatan kargo secara berkala karena kadar garam air laut relatif tinggi.
7. Kapal Tongkang Berderek
Jenis tongkang terakhir dalam daftar ini adalah kapal tongkang berderek. Kapal ini dirancang dengan derek atau crane yang digunakan untuk aktivitas offshore dan aktivitas berat lainnya.
Uniknya, kapal tongkang berderek memiliki baling-baling dan sistem pendorong mandiri sehingga pergerakannya tidak bergantung pada kapal tunda. Kapal ini umumnya juga difungsikan untuk aktivitas pengerukan, penyelamatan laut, serta pemasangan infrastruktur offshore.
Rute Kapal Tongkang di Indonesia
Operasional kapal tongkang kerap ditemukan di wilayah dengan kegiatan pertambangan dan perkebunan berskala besar. Di antara beberapa jalur perairan yang umum digunakan untuk transportasi tongkang kapal di Indonesia adalah:
-
Sungai Barito, Kalimantan Selatan: Sungai ini menjadi jalur pengangkutan batu bara dari wilayah pertambangan Kalimantan Selatan menuju pelabuhan muat.
-
Sungai Mahakam, Kalimantan Timur: Salah satu rute penting untuk mengangkut batu bara dari wilayah tambang di pedalaman Kalimantan menuju pelabuhan di Samarinda dan Balikpapan.
-
Sungai Musi, Sumatra Selatan: Sungai Musi sering digunakan sebagai rute pengangkutan batu bara dari wilayah pertambangan, termasuk sekitar Tanjung Enim, menuju Pelabuhan Boom Baru maupun kawasan kilang minyak di Plaju. Bukan hanya batu bara, tongkang di jalur ini juga biasa mengangkut hasil bumi dan material konstruksi.
Solusi Layanan Sewa Kapal Tongkang dari Waruna Group
Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa kapal tongkang sangat berperan dalam mendukung rantai logistik di berbagai industri. Selain itu, pemilihan armadanya juga perlu disesuaikan dengan jenis muatan, karakteristik rute, serta ketentuan pengoperasian yang berlaku agar pengangkutan berjalan optimal dan efisien.
Apabila bisnis Anda sedang mencari armada untuk mendukung distribusi melalui jalur laut, Waruna Group menyediakan solusi terpadu melalui lini Layanan Pelayaran kami untuk mendukung distribusi komoditas bisnis di berbagai lokasi penting di Indonesia.
Waruna Group telah menjadi mitra maritim tepercaya di Indonesia selama lebih dari 35 tahun. Perjalanan panjang ini semakin menguatkan rekam jejak Waruna Group dalam mendukung distribusi energi hingga ke pelosok negeri, bahkan ke ASEAN dan berbagai tujuan lain. Ratusan armada pun tersedia di Waruna Group, termasuk kapal tongkang.
Melalui PT Asia Mulia Transpasifik, Waruna Group mengoperasikan 12 set kapal tunda dan tongkang, dengan kapal tunda hingga 2.400 HP dan kapal tongkang sepanjang 230-300 feet. Adapun sejumlah kapal tongkang yang tersedia antara lain TB MARTHA SYSTEM dengan TK SENTANA BALAST (300 feet), TB MARTHA I dengan TK SENTANA ASIA (300 feet), TB MEDELIN I dengan TK SENTANA MARINE (300 feet), dan masih banyak lagi.
Jadi, jika ingin berdiskusi seputar solusi pelayaran yang paling sesuai di lini bisnis Anda, jangan ragu untuk menghubungi tim Waruna Group.