MENU Tutup

Ini 5 Ukuran Kapal Tanker, Pebisnis Pelayaran Wajib Tahu!

01/12/26
Ini 5 Ukuran Kapal Tanker, Pebisnis Pelayaran Wajib Tahu!

Ukuran kapal tanker yang besar memang dapat mengangkut lebih banyak muatan dalam satu perjalanan. Namun, sebenarnya tidak semua pengangkutan membutuhkan armada sebesar itu. Dalam kondisi tertentu, kapal tanker yang lebih kecil justru dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Sebenarnya, bagaimana klasifikasi kapal tanker berdasarkan ukurannya? Artikel ini akan membahas kategori kapal tanker berdasarkan ukuran untuk membantu Anda menentukan armada yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis. Simak penjelasannya berikut ini!

Mengenal Kapal Tanker

Kapal tanker adalah jenis kapal yang digunakan untuk mengangkut cairan dalam jumlah besar, seperti minyak mentah, minyak nabati, dan bahan kimia cair. Proses pengangkutannya menggunakan tangki tertutup, bertekanan, atau bersuhu terkendali yang terintegrasi dengan struktur kapal.

Kapal ini berbeda dengan kapal curah yang mengangkut barang kering di dalam palka terbuka atau kapal kontainer yang mengangkut barang dalam kemasan. Kapal tanker dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik muatan, yang meliputi suhu, tekanan, reaktivitas kimia, viskositas (tingkat kekentalan), serta tingkat bahaya terhadap lingkungan.

Fungsi Kapal Tanker

Kapal tanker berperan krusial dalam mendukung perdagangan global. Pasalnya, kapal ini memiliki beberapa fungsi berikut:

  • Mengangkut minyak mentah dari anjungan pengeboran ke kilang minyak.
  • Mendistribusikan produk olahan minyak, seperti bensin dan solar, dari kilang ke pusat distribusi dan tempat penjualan. 
  • Mengangkut berbagai bahan kimia, termasuk asam dan pelarut, untuk memenuhi kebutuhan industri farmasi, tekstil, manufaktur, dan pertanian.
  • Membawa produk pangan cair, seperti susu, jus, dan tetes tebu, dari fasilitas produksi ke pusat distribusi.
  • Menyuplai bahan bakar dan pelumas untuk mendukung operasional kapal lain.

Klasifikasi Kapal Tanker Berdasarkan Ukuran

Klasifikasi kapal tanker berdasarkan ukuran mengacu pada indikator DWT (Deadweight Tonnage), yaitu total bobot yang dapat ditanggung kapal, termasuk muatan, bahan bakar, air, dan perbekalan.

Jika ditinjau dari ukuran DWT-nya, kapal tanker diklasifikasikan menjadi tujuh jenis, yaitu ULCC, VLCC, Aframax, Suezmax, Medium Range (MR), General Purpose, dan Small Tanker. Berikut penjelasannya masing-masing:

ULCC (Ultra Large Crude Carriers)

ULCC adalah kapal tanker super besar dengan ukuran lebih dari 320.000 DWT. Kapal ini biasa digunakan untuk melintasi rute pelayaran jarak jauh dan merupakan salah satu jenis kapal tanker terbesar dalam industri pelayaran komersial.

Dengan mengangkut lebih banyak muatan dalam tiap keberangkatan, ULCC dapat mengurangi jumlah pelayaran yang diperlukan untuk mengangkut volume minyak yang sama, terutama di jalur dengan permintaan tinggi dan stabil. 

Meskipun demikian, ukuran kapal super tanker ini sangat besar sehingga sering kali membatasi jumlah pelabuhan yang dapat disinggahi. Kapal ULCC juga tidak dapat melintasi jalur sempit dan dangkal tertentu, seperti Selat Malaka. 

Akibatnya, pengoperasian ULCC tidak selalu lebih efisien. Seiring waktu, beberapa armada digunakan sebagai tangki penyimpanan lepas pantai sebelum akhirnya dibongkar ketika sudah tua.

VLCC (Very Large Crude Carriers)

VLCC memiliki ukuran hingga 320.000 DWT. Kapal ini mampu mengangkut hingga 2 juta barel minyak mentah dalam satu perjalanan untuk memenuhi kebutuhan distribusi antarfasilitas, bahkan antarnegara. Panjangnya berkisar 300–330 meter, hampir setara dengan tinggi Tokyo Tower.

Dimensinya yang besar membuat VLCC jarang bersandar langsung di dermaga pantai. Kapal ini umumnya menggunakan fasilitas tambat lepas pantai (offshore berth) untuk melakukan bongkar muat melalui jaringan pipa.

Dari segi konstruksi, VLCC dilengkapi struktur lambung ganda (double hull) untuk membantu mencegah tumpahan minyak jika terjadi kandas atau tabrakan. Bagian dalamnya terbagi menjadi sekitar 17 tangki sehingga kapal dapat mengangkut beberapa jenis minyak mentah dengan kualitas berbeda secara bersamaan.

Aframax

Jenis kapal tanker berikutnya adalah Aframax yang berukuran sekitar 80.000–120.000 DWT. Istilah Aframax berasal dari sistem Average Freight Rate Assessment (AFRA), yang dulu digunakan untuk menstandarkan tarif pengangkutan kapal tanker

Aframax digunakan untuk mengangkut minyak melalui rute pelayaran jarak menengah, termasuk di Laut Mediterania, Laut Cina, dan Laut Hitam. 

Kapal ini mampu mengangkut minyak dalam jumlah besar, namun tetap bisa menjangkau pelabuhan yang memiliki keterbatasan untuk disinggahi oleh kapal tanker berukuran besar. Hal ini membuat Aframax dapat menghubungkan produsen minyak, kilang pengolahan, dan pusat penyimpanan minyak di berbagai wilayah.

Suezmax

Kapal tanker Suezmax memiliki ukuran atau total bobot sekitar 120.000–150.000 DWT. Nama kapal ini berasal dari karakteristik utamanya, yaitu sebagai kapal tanker berukuran terbesar yang dapat melintasi Terusan Suez dalam kondisi bermuatan penuh.

Suezmax didesain dengan panjang sekitar 285 meter dan lebar 45 meter, serta mampu membawa hampir 1 juta barel minyak mentah, atau sekitar setengah dari kapasitas kapal tanker VLCC.

Ketika Terusan Suez beroperasi dengan lancar dan kondisi pelayarannya dapat diprediksi, kapal Suezmax menjadi salah satu pilihan paling fleksibel untuk pengangkutan minyak jarak jauh.

Medium Range (MR)

Kapal tanker Medium Range (MR) merupakan jenis kapal tanker berukuran menengah dengan kapasitas sekitar 25.000–45.000 DWT. Kelas kapal Medium Range ini termasuk ke dalam segmen yang paling banyak beroperasi dalam perdagangan minyak dunia, sebab mampu mengangkut produk minyak olahan, seperti bensin, solar, dan avtur, serta berbagai jenis bahan kimia cair.

Dengan kapasitas angkut yang relatif besar dan ukuran yang tergolong fleksibel, kapal MR kerap menjadi pilihan untuk distribusi produk minyak pada rute jarak menengah hingga jauh karena mampu bersandar di banyak pelabuhan utama. 

General Purpose

Kapal tanker General Purpose (GP) merupakan kapal tanker berukuran lebih kecil (sering disebut product tanker kecil atau handysize) dengan kapasitas sekitar 10.000–25.000 DWT. Kapal ini dirancang untuk mengangkut berbagai jenis muatan cair, mulai dari produk minyak olahan, seperti BBM, solar, dan avtur, hingga bahan kimia cair dan minyak nabati.

Jenis kapal tanker satu ini cocok untuk distribusi regional jarak pendek hingga menengah, misalnya untuk mendukung pengangkutan antarpulau maupun antarnegara dalam satu kawasan.

Small Tanker

Kapal Small Tanker merupakan kapal tanker berukuran kecil dengan kapasitas di bawah 10.000 DWT dengan draft yang lebih dangkal, sehingga  memungkinkan kapal ini menjangkau pelabuhan kecil, terminal sungai, serta wilayah pesisir yang sulit diakses oleh kapal tanker berukuran besar.

Kapal ini biasanya digunakan untuk mengangkut muatan cair dalam jumlah terbatas, mendistribusikan bahan bakar untuk kebutuhan lokal, serta melayani kegiatan bunkering atau pengisian bahan bakar kapal.

Kelas dan Ukuran Kapal Tanker di Waruna Group

Setelah memahami klasifikasi kapal tanker berdasarkan ukurannya, ketahui juga pilihan armada yang tersedia dari penyedia layanan sewa kapal.

Waruna Group, sebagai mitra maritim yang telah mendukung distribusi energi hingga ke pelosok negeri, menyediakan Layanan Pelayaran dengan pilihan armada kapal tanker dalam beragam ukuran. Berikut rinciannya:

Jenis Kapal

Ukuran (DWT)

Small Tanker

< 10.000

General Purpose

10.000–25.000

Medium Range

25.000–45.000

Aframax

80.000–120.000

Suezmax

120.000–150.000

Beberapa armada tanker Waruna yang telah mendukung kebutuhan pelayaran berbagai perusahaan antara lain MT ORIENTAL SPIRIT dengan kapasitas 18.041 DWT dan MT TANKER VICTORY 40.845 DWT.

Waruna juga memiliki armada dengan kapasitas yang lebih kecil maupun lebih besar, termasuk kapal tanker hingga 107.200 DWT. Untuk mengetahui pilihan armada yang sesuai dengan kebutuhan operasional bisnis Anda, hubungi tim Waruna Group sekarang untuk berkonsultasi lebih lanjut!

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapal Tanker Muat Apa Saja?
Kapal tanker minyak memuat berbagai jenis muatan cair, gas, dan bahan kimia. Contoh muatan cair di antaranya minyak mentah, minyak pelumas, BBM, fuel oil, crude palm oil (CPO), dan bahan kimia cair yang dibutuhkan industri.
Apa Bedanya Kapal Tanker Minyak dan Kapal Kargo?
Kapal tanker minyak mengangkut muatan cairan, sementara kapal kargo mengangkut muatan padat. Kapal tanker memiliki dek atas yang dipenuhi jaringan pipa panjang, katup, dan sistem sambungan selang, serta menggunakan tangki kedap udara di dalam lambungnya. Adapun kapal kargo memiliki ruang muat terbuka, dek datar, dan crane sendiri untuk proses bongkar muat.
Kapal Tanker Pakai Bahan Bakar Apa?
Kapal tanker umumnya menggunakan bahan bakar Heavy Fuel Oil (HFO), Marine Diesel Oil (MDO), atau bahan bakar alternatif (LNG/metanol).

Ditulis oleh

Corporate Communication

Waruna Group adalah perusahaan maritim Indonesia dengan pengalaman puluhan tahun di bidang pelayaran, pembangunan kapal, dan manajemen kapal.

Armadanya mengangkut minyak, gas, batu bara, dan semen bagi pelanggan di dalam dan luar negeri, didukung galangan kapal sendiri serta sertifikasi internasional untuk keselamatan dan kualitas.